Wednesday, March 25, 2020

Penjelasan Etika Bisnis Beserta Contohnya Yang Harus Anda Ketahui

Artikel kali ini akan membahas tentang Penjelasan Etika Bisnis Beserta Contohnya Yang Harus Anda Ketahui, Simak ulasannya berikut ini

Pengertian Etika Bisnis


Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos yg berarti : kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir.
*Menurut Kamus Bahasa Indonesia (Poerwadarminta) etika adalah “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”
* Menurut Drs. O.P. SIMORANGKIR  "etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. "
*Menurut Magnis Suseno, "Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas".

contoh-contoh etika dlm kehidupan sehari-hari,yaitu :

1. Jujur tidak berbohong
2. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
3. Lapang dada dalam berkomunikasi
4. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak mudah emosi / emosional
7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
10. Bertingkah laku yang baik

Pengertian Etika Bisnis


Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:

1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu


1. Sistematik

Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.

2. Korporasi

Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.

3. Individu

Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan  individu,  perusahaan, industri dan juga masyarakat.

Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan  bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :

    Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.

    Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.

    Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.

Contoh kasus etika bisnis:


1. Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan pabrik tersebut tahan lama dan tidak mengalami kerusakan. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.

2. Sebuah Yayasan Maju Selalu menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp.500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar,sehingga setelah diterima,mereka harus membayarnya.

Kemudian pihak sekolah memberikan informasi ini kepada wali murid bahwa pungutan tersebut digunakan untuk biaya pembuatan seragam sekolah yang akan dipakai oleh semua murid pada setiap hari rabu-kamis. Dalam kasus ini Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan mengikuti transparasi.

3. Pada tahun 1990 an, kasus yang masih mudah diingat yaitu Enron. Bahwa Enron adalah perusahaan yang sangat bagus dan pada saat itu perusahaan dapat menikmati booming industri energi dan saat itulah Enron sukses memasok enegrgi ke pangsa pasar yang bergitu besar dan memiliki jaringan yang luar biasa luas.

Enron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi. Dan data yang ada dari skilus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring dengan booming indutri energi, akhirnya memosisikan dirinya sebagai energy merchants dan bahkan Enron disebut sebagai ”spark spead” Cerita pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan yang ada dipasar dengan sebagaimana mestinya.

Pada akhirnya Enron meninggalkan prestasi dan reputasinya baik tersebut, karena melakukan penipuan dan penyesatan.. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Enron kemudian kolaps pada tahun 2001.

Berdasarkan referensi-referensi dan contoh diatas. saya sependapat etika bisnis adalah studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah yang harus dipelajari oleh semua perilaku bisnis. karena menurut saya dalam berbisnis sangat penting untuk beretika dan melakukan persaingan yang sehat antar pelaku bisnis.

kita dapat melihat di contoh diatas pelaku bisnis yang menggunakan etika dalam berbisnis akan mengikuti transparansi, kejujuran, dan nilai-nilai moral yang baik. sedangkan pada contoh ketiga ialah contoh kasus yang melakukan penipuan dan penyesatan. sangat tidak bagus dan merusak nama dan citra perusahaan.

oleh karena itu, sekali lagi menurut saya Etika Bisnis sangat diperlukan bagi semua pelaku bisnis.
Dan pendapat saya tentan etika adalah : sikap seseorang dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas dalam kehidupan sehari-hari menurut ukuran dan berperilaku yang baik.

Kiat Minimalisir Utang Saat Memulai Usaha Baru

Artikel kali ini akan membahas tentang Kiat Minimalisir Utang Saat Memulai Usaha Baru, Dalam memulai bisnis, tidak dipungkiri banyak yang bermodalkan pinjaman atau utang.

Ada pula pebisnis yang memiliki cukup modal namun di tengah jalan, ia berutang karena ingin mengembangkan usahanya.

Utang dalam bisnis bisa datang dari mana saja. Ongkos sewa tempat, membeli peralatan dan bahan baku, pembelian inventaris, hingga klien yang belum membayar sehingga pemasukan Anda jadi terhambat.

Hal ini tentunya tidak baik untuk bisnis, karena mencegah perkembangan dan kemampuan perusahaan untuk bertahan. Apabila Anda memiliki bisnis sendiri, mengelola utang sangat penting untuk kelangsungan usaha.

Berikut beberapa hal yang dilakukan untuk meminimalisir utang.


1. Negosiasi dengan pemasok barang untuk mendapatkan diskon dari pembelian banyak jika memungkinkan.

2. Hindari membeli inventaris atau peralatan yang sekiranya belum diperlukan untuk periode bisnis berikutnya.

3. Sebisa mungkin, hindari meminjam uang. Kalaupun diharuskan, pinjamlah uang dalam jumlah yang secukupnya. Kebanyakan pinjaman disertai dengan bunga yang justru membuat Anda makin banyak utang.

4. Sewalah tempat sesuai keperluan. Lebih hemat menyewa tempat sesuai keperluan saat ini ketimbang menyewa tempat besar yang diperkirakan untuk beberapa tahun depan. Membayar sewa tempat hingga beberapa tahun ke depan juga tidak penting mengingat ketidakpastian usaha.

5. Tawarkan fasilitas cicilan pembayaran hanya kepada klien dan konsumen yang memiliki riwayat pembayaran tepat waktu dan pembelian yang rutin. Dengan demikian, Anda mencegah perusahaan merugi dari klien atau pembeli nakal yang tidak akan membayar.

6. Hindari membayar barang yang tidak dipesan atau rusak karena proses pengemasan dan pengiriman yang buruk.

Kesalahan Manajemen Keuangan Perusahaan Dan Cara mengatasinya

Artikel kali ini akan membahas tentang Kesalahan Manajemen Keuangan Perusahaan Dan Cara mengatasinya,  Ada beberapa kesalahan dalam mengelola keuangan yang kerap terjadi pada pebisnis pemula.

Jika bisnis sudah mulai menapaki kesuksesan banyak yang terjebak pada kesalahan-kesalahan kelola keuangan. Yang pada akhirnya justru menjadikan gagalnya bisnis yang semestinya tidak perlu terjadi. Kesalahan mengelola keuangan tersebut terkadang tidak disadari oleh pebisnis pemula.

Karena itu kita perlu jeli dalam mengenai kesalahan-kesalahan mengelola keuangan.

Setidaknya ada enam kesalahan mengelola keuangan yang banyak dilakukan pebisnis pemula. Hal ini dikemukakan Eric Johnson, senior client strategist di Signature, firma manajemen kekayaan yang berbasis di Norfolk, Virginia, Amerika Serikat.

Kesalahan-kesalahan mengelola keuangan dan cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

1. Over Investasi

Banyak pebisnis pemula menghabiskan dana untuk investasi yang tidak perlu, demi alasan prestise misalnya. Alih-alih meningkatkan produktivitas justru akan menghaiskan modal dan tabungan. Solusinya adalah gunakan setiap uang yang dimiliki untuk menciptakan produk yang baik, dan tunjukkan kepada pengguna.

2. Tidak menggaji diri sendiri

Pemilik bisnis muda cenderung menanamkan semua sumber daya ke dalam bisnis tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Sulit jika bisnis harus membiayai kehidupan pribadi Anda. Seperti karyawan yang lain, berikan gaji secukupnya untuk Anda sendiri untuk memastikan keuangan pribadi Anda tetap sehat dan terpisah dari bisnis.

Namun, jangan mentang-mentang Anda pemilik bisnis ini lantas memberi gaji tinggi untuk Anda. Anda harus menyediakan cukup banyak dana untuk bisnis Anda supaya tetap dapat beroperasi dalam masa-masa sulit.

3. Tidak mempertimbangkan kemungkinan terburuk

Kalangan muda sering berpikir bahwa mereka sangat berpotensi dan tak mungkin gagal. Akan tetapi, siapa pun bisa gagal, dan Anda perlu membuat rencana setelah memprediksi kemungkinan terburuk.
Buat sebuah rencana pengganti dan beberapa bentuk asuransi untuk mendukung bisnis ketika Anda tak mampu menjalankannya.

Jika Anda mempunyai rekanan dan bisnis Anda tidak mudah dijual, Eric Johnson menyarankan untuk membuat suatu perjanjian jual-beli. Perjanjian ini mengatur apa yang terjadi jika salah satu pemilik bisnis meninggal, dan biasanya mencakup komponen asuransi yang menyediakan dana apabila sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada pemilik bisnis.

4. Mencampur aset bisnis dan pribadi

Entah itu menjamin pinjaman secara pribadi atau meminta orangtua Anda membeli rumah kedua, meningkatkan aset pribadi untuk tujuan bisnis tidak akan baik bagi kondisi keuangan pribadi. Mengapa demikian? Bayangkan, ketika bisnis Anda menurun, para kreditor bisa saja mengejar aset pribadi Anda.

5. Menggunakan kartu kredit pribadi untuk tujuan bisnis

Akan sangat berisiko jika Anda bergantung pada kartu kredit pribadi untuk membiayai usaha ketika bank tidak bersedia memberikan dana untuk Anda. Anda bisa saja tergoda untuk men-charge hal-hal yang tidak seharusnya pada kartu kredit pribadi.

Mencampur tagihan bisnis dan pribadi bisa menimbulkan kekacauan organisasi. Jika bisnis Anda diaudit, Anda tentu harus menyediakan catatan pengeluaran bisnis paling tidak tiga tahun ke belakang. Mampukah Anda menyediakannya? Sudah pasti tidak. Jadi, sebaiknya Anda membuat kartu kredit khusus untuk urusan bisnis, dan hanya digunakan untuk pengeluaran bisnis yang penting.

6. “Merampok” kas perusahaan

Ketika berhasil melakukan penjualan yang hebat dalam dua atau tiga bulan, pengusaha muda biasanya akan menjadi kelewat percaya diri, begitu menurut Mayabb. Pengusaha yang belum berpengalaman kemudian akan mulai menghabiskan arus kas perusahaan tanpa pandang bulu.

Ambil contoh, ketika membutuhkan mobil operasional, mereka akan membeli mobil-mobil terbaik (dalam arti dengan merek terbaik dan harga yang lebih mahal), lalu menyadari bahwa pada beberapa bulan berikutnya ternyata tidak terjadi penjualan yang berarti.
(bn/dari berbagai sumber)

5 Faktor Penyebab Kegagalan Dalam Berwirausaha Yang Harus Dihindari

Artikel kali ini akan membahas tentang 5 Faktor Penyebab Kegagalan Dalam Berwirausaha Yang Harus Dihindari,  Dalam dunia wirausaha memang banyak sekali tantangan yang dihadapi, tantangan tersebut akan membuat pengusaha dihadapkan pada 2 pilihan; yang pertama, adalah orang yang mengambil pilihan untuk menyerah dan menutup buku dan mengubur semua kenangan buruk kegagalan dalam berwirausaha.

Yang kedua, adalah orang yang lantas berpikir dan menganalisa kesalahan dalam berwirausaha, mencari solusi untuk bangkit kembali dan pantang menyerah. Dan biasanya, pilihan kedua tersebut yang kelak akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan jerih payah dalam berusaha.

Namun, apa sebenarnya faktor kegagalan yang banyak terjadi namun sering dilupakan? Berikut adalah tips wirausaha mengenai analisa 5 hal penyebab kegagalan dalam berwirausaha yang kurang disadari dan banyak dilupakan:

1. Parttime vs Fulltime.

Seorang yang berwirausaha secara paruh waktu dengan yang fulltime akan mempunyai peluang yang berbeda untuk memajukan bisnisnya. Orang yang berwirausaha sebagai sampingan akan terpecah konsentrasi, waktu, tenaga, dan tugasnya. Karena beberapa hal tidak akan bisa dikerjakan pada sisa-sisa waktu saja. Berbeda dengan yang sudah menjalankan usaha secara full, dia bisa fokus penuh pada bisnis yang sedang dijalankan. Dampaknya pasti berbeda.

2. Membesarkan skala usaha terlalu cepat.

Memang bagus jika dilihat sebuah usaha berkembang dengan cepat, namun apakah sudah memiliki pondasi yang kuat? Untuk itu, diperlukan sumber daya manusia yang benar-benar bisa bekerja dengan baik dan loyal terhadap perusahaan. Setiap langkah yang dibuat perusahaan harusnya sesuai dengan model bisnis yang sudah matang terencana sebelumnya yang tentunya akan lebih efektif dan terukur, ketimbang memikirkan konsep sambil berjalan.

3. Membuat produk yang tidak komersil.

Seringkali para pengusaha menambah fitur-fitur baru berdasarkan keinginan idealis yang tidak menambah nilai jual dan nilai tambah bagi pelanggan. Seharusnya dalam mengembangkan produk pengusaha harus berinovasi, bernilai komersil tinggi dan bisa memprediksi untuk penjualan di masa depan.

4. Tidak handal.

Tipe pengusaha yang tidak handal adalah seperti contohnya tidak mudah untuk merekrut tim bisnis, mengumpulkan dana, menjaring pelanggan, dan membangun kemitraan. Banyak pengusaha yang gagal dalam hal ini.

Bukannya harus perfect atau tanpa kesalahan, namun akan lebih baik jika ada sesuatu yang tidak bisa dilakukan pengusaha tersebut lalu mencari solusi, bisa melalui pembicaraan dengan tim, bertanya dengan guru dalam berbisnis atau rekan yang sekiranya dapat membantu memecahkan masalah tersebut.

5. Pemilihan waktu yang kurang tepat untuk meluncur ke pasar.

Hal ini adalah faktor yang paling krusial dari semua faktor karena berada diluar jangkauan kendali pengusaha. Kadang sebuah ide muncul di saat yang kurang tepat, dan memang sukar mempertemukan keduanya dengan tepat waktu dan sempurna. Namun hal ini dapat diatasi dengan mempertajam intuisi dan terus mengamati perkembangan yang terjadi secara cermat.

Hal diatas memberikan gambaran singkat tentang faktor penyebab kegagalan pengusaha yang banyak terlupakan. Dalam berwirausaha anda akan menemui banyak sekali tantangan yang bisa diibaratkan sebagai ujian yang harus dihadapi,

Tantangan yang terbesar akan muncul dan biasanya itu menjadi titik balik yang sangat menentukan langkah anda sebagai seorang wirausahawan selanjutnya, untuk itu belajarlah dari kesalahan, pantang menyerah dan tetap semangat untuk mencapai kesuksesan!

Saturday, March 21, 2020

Macam-Macam Najis Dan Cara Mensucikannya

Artikel kali ini kita akan membahas tentang Macam Macam Najis Dan Dasar Hukumnya. Najis menurut ilmu fiqih yaitu segala sesuatu yang dianggap kotor yang dapat mengakibatkan tidak sahnya ibadah terutama shalat. 
Contoh – contoh najis antara lain: darah, bangkai (kecuali bangkai manusia, ikan & belalang), nanah, anjing, babi, minuman keras, segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia & hewan.
Macam Macam Najis dan Cara mensucikannya:
Najis mukhaffafah merupakan najis ringan seperti air kencing bayi laki – kali yang belum pernah makan sesuatu kecuali air susu ibunya. Najis ini bisa disucikan dengan dipercikan air ke tempat yang terkena najis hingga bersih.
Najis mutawassithah merupakan najis sedang  seperti segala sesuatu yang keluar dari qubul dan dubur (kotoran) manusia juga hewan, seperti air kencing, kotoran buang air besar, nanah, darah, bangkai (kecuali bangkai manusia, ikan & belalang).
Najis mutawassithah juga dibagi menjadi dua:
Najis ainiyah merupakan najis yang berwujud dan memiliki warna, aroma & rasa
Najis hukmiyah merupakan najis yang tidak berwarna, aroma & rasa. Seperti bekas kencing, terkena khamr yang sudah kering, dan lain sebagainya.
Cara menyucikan najis mutawassitah dengan dihilangkan dulu najis ianiyah-nya. Setelah hilang warna, bau, dan rasa dari najis tersebut baru kemudian disiram dengan air dan disucikan kembali.
Sebagai contoh anak yang kencing di mushala, pertama dibersihkan dulu kecingnya dilap sampai kering (sampai tidak ada warna dan baunya yang tersisa) baru kemudian disiramkan dengan air.
Najis mughallazhah merupakan najis berat seperti najis anjing, babi dan keturunannya.
Cara menyucikan najis ini dengan dibasuh dengan air sebanyak tujuh kali basuhan dimana diantaranya dicampur dengan debu.
Misalnya Sobat Duha terkena jilatan anjing, maka oleskan dengan debu di tempat yang terkena najis, lalu diberikan air, campur keduanya lalu dibasuh.
Hukum Tentang Najis Yang Wajib diketahui
1. Tidak Berdosa Jika kita Terkena Najis
Tidak berdosa bagi seorang muslim jika bersentuhan najis, baik disengaja maupun tidak. Asalkan ketika ingin beribadah, seperti shalat dibersihkan dulu badan, pakaian hingga tempat shalatnya.
Ini mengapa profesi sebagai tukang sampah, penyedot WC, pekerja rumah potong hewan adalah profesi yang halal meskipun setiap hari harus bersentuhan dengan kotoran.
2. Haram untuk Dikonsumsi
Meski tidak berdosa untuk bersentuhan dengan najis, tetapi diharamkan bagi seorang muslim mengkonsumsi benda – benda yang tergolong najis meskipun untuk alasan pengobatan. Menurut firman Allah SWT ;
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (QS. Al-A’raf : 157).
3. Haram untuk Diperjual-belikan
Ulama berpendapat hukum memperjual-belikan benda najis ialah haram. Berdasarkan hadits berikut;
لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْهِمْ الشُّحُومَ فَبَاعُوهَا وَأَكَلُوا أَثْمَانَهَا
Dari Abu Daud radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW telah bersabda,”Allah SWT telah melaknat orang-orang Yahudi, lantaran telah diharamkan lemak hewan, namun mereka memperjual-belikannya dan memakan hasilnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Haram hukumnya jika seorang muslim jual – beli daging babi, bangkai (kecuali kulit bangkai yang sudah disamak), dan jual beli anjing (kecuali anjing pemburu yang dimanfaatkan untuk berburu).
4. Haram Untuk Dibawa ke masjid pada saat akan sholat
Tidak hanya umat islam, agama lainnya pun tentu memiliki aturan untuk tidak membawa benda – benda kotor ke dalam tempat beribadah.
Adapun dalil tentang haramnya memasukan benda – benda najis ke masjid tercatat dalam hadits berikut :
عَنْ عَائِشَةَ t قَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللهِ أَمَرَ بِالمَسَاجِدِ أَنْ تُبْنىَ فيِ الدُّوْر وَأَنْ تُطَهَّر وَتُطَيَّب
Dari Aisyah radhiyallahuanha berkata, ”Rasulullah SAW memerintahkan untuk membangun masjid di tengah-tengah perumahan penduduk, serta memerintahkan untuk membersihkannya dan mensucikannya. “ (HR. Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmizy)
Sebelum masuk ke dalam masjid hendaknya kita mengecek dahulu apakah ada najis yang menempel baik di baju maupun sepatu kita.
Baiknya letakan sepatu atau sandal kita di luar masjid, dan ambil wudhu untuk memastikan tidak ada najis yang terbawa sampai ke dalam masjid.
Jika seseorang buang air kecil dengan berdiri, lalu ia meyakini bahwa sebagian air kencingnya mengenai pakaiannya, maka ia wajib mencuci titik yang terkena najis,
Tidak cukup hanya dipercikkan atau diusap pada tempat najisnya tersebut, yang diwajibkan adalah mencucinya dengan mengguyurkan air di atasnya.
Jika seseorang merasa ragu-ragu apakah pakaiannya terkena kencing atau tidak, maka ia tidak wajib mencucinya;
Karena hukum asalnya adalah pakaiannya suci sampai ia merasa yakin betul bahwa pakaiannya terkena najis.
Ulama Lajnah Daimah lil Ifta’ berkata: “Jika anda merasa yakin bahwa ada tetesan (air kencing) maka anda wajib beristinja’ dan berberwudu setiap kali mau shalat dan mencuci titik yang terkena najis tersebut. Adapun jika masih merasa ragu-ragu maka tidak perlu mencucinya, dan hendaknya berpaling dari yang meragukan sehingga tidak terkena was-was”. (Fatawa Lajnah Daimah lil Ifta’: 5/106)
Jika seseorang bertanya tentang hal yang bermanfaat baginya dalam urusan agamanya, maka hal ini bukanlah aib dan juga bukan was-was bahkan hal itu merupakan upaya mencapai kesempurnaan dan berusaha mendapatkan kebaikan.
Semoga Allah senantiasa memberikan taufik-Nya kepada kita semua untuk setiap kebaikan karena Dia-lah Yang Maha Kuasa akan hal tersebut.
Kalau Menyentuh najis yang sama-sama kering; najisnya kering, kulitnya juga kering maka itu tidak membuatnya jadi najis.
Imam As Suyuthi Rahimahullah berkata:
قال القمولي في الجواهر: النجس إذا لاقي شيئاً طاهراً وهما جافان لا ينجسه
Berkata Al Qamuliy dalam Al Jawahir: “Najis jika bertemu sesuatu yang suci dan keduanya kering maka tidak menajiskannya.” (Al Asybah wan Nazhaair, 1/432)
Syaikh Ibnu Jibrin Rahimahullah mengatakan:
لا يضر لمس النجاسة اليابسة بالبدن والثوب اليابس؛ لأن النجاسة إنما تتعدى مع رطوبتها
Tidak apa-apa sentuhan najis yang sudah kering dengan badan, pakaian, karena kenajisan itu terus berlangsung selama dia basah. (Fatawa Islamiyyah, 1/194)
Jadi, kalau menyentuh sama-sama kering, tidak perlu dicuci lagi. Tapi, kalau ingin tetap dicuci juga tentu lebih bagus, untuk menghilangkan waswas. Kalau najisnya masih basah, barulah dicuci sampai bersih.
Macam Macam Najis Yang Dimaafkan
Ada sebagian bentuk najis yang sulit dihilangkan dan dihindari. Oleh karena itu, di dalam Islam yang juga mengusung konsep kemudahan dan tidak memberatkan maka ulama ahli fiqh mengeluarkan fatwanya tentang macam-macam najis yang dimaafkan.
Di antaranya adalah yang telah disebutkan oleh Dr. Mustafa al Khan, Dr Mustafa al Bagha dan Ali Assyibiji di dalam kitab Alfiqh Almanhaji Ala Madzhab Al Imam Al Syafi’i sebagaimana berikut:
1.Percikan air kencing yang telah menyebar dan tidak dapat dilihat dengan penglihatan yang normal yang mengenai baju atau badan. Baik berupa najis mughalladhah (sebab jilatan anjing), najis mukhaffafah (air kencingnya anak laki-laki yang belum umur dua tahun) atau najis mutawassithah.
2. Darah, nanah, darah nyamuk dan kotoran lalat yang sedikit dan hal-hal tersebut bukan disebabkan perbuatan manusia dan kesengajaan manusia.
3. Darah dan nanahnya luka meskipun banyak yang bersumber dari tubuhnya sendiri, keluarnya bukan karena ulahnya dan kesengajaannya serta mengalirnya tidak berpindah dari tempat asalnya.
4. Kotorannya binatang yang mengenai biji-bijian ketika digiling, kotoran binatang yang mengenai susu ketika diperas, selama kotoran tersebut tidak banyak dan tidak mengubah sifat susu tersebut.
5. Kotoran ikan di dalam air selama air tersebut tidak berubah, dan kotoran-kotoran burung di tempat-tempat yang mereka berlalu lalang di atasnya, seperti di tanah haram Makkah, Madinah dan tempat-tempat umum. Hal tersebut dimaafkan melebihi batas keumuman dan kesulitan untuk menghindarinya.
6. Darah yang mengenai pakaian tukang jagal (saat menyembelih hewan), selama darah tersebut tidak banyak.
7. Darah yang terdapat di atas daging
8. Mulutnya anak kecil yang terkena najis sebab muntah ketika menyusu dengan ibunya (gumoh).
9. Najis dari kotoran jalanan yang mengenai manusia
10. Bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir atau memang tidak memiliki darah sama sekali jika jatuh ke dalam benda cair, seperti lalat, lebah, semut, dan dengan syarat jatuh dengan sendirinya serta benda cair tersebut tidak berubah sebab kejatuhan hewan tersebut.
Hal ini sebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “jika lalat jatuh di tempat salah satu dari kalian, maka celupkanlah semuanya, kemudian buanglah, karena sesungguhnya salah satu dari sayapnya terdapat obat dan di sayap yang lainnya terdapat penyakit.
Pengambilan dalil dari hadis tersebut adalah bahwa seandainya lalat itu najis, maka Nabi Saw. tidak akan memerintahkan untuk mencelupkan.
Dan setiap bangkai yang tidak mengalir darahnya dianalogikan dengan lalat tersebut.
Sekian saja pembahasan Macam Macam Najis Dan Dasar Hukumnya Yang Perlu Diketahui. Semoga bermanfaat.

Sumber : AL-HASANIYYAH